Panduan Untuk Meminimalisir Timbulnya Cedera Saat Berolahraga

Kesehatan yang baik diawali dari penerapan gaya hidup yang sehat, mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan nutrisi tubuh dan rutin berolahraga. Ketiga faktor tersebut merupakan sesuatu yang sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan, namun terdapat beberapa hal yang kadang-kadang membuat kita tidak mampu menerapkan ketiga pola hidup tersebut, salah satunya karena kesibukan. Kesibukan memang menjadi kendala utama bagi kebanyakan orang untuk menerapkan pola hidup sehat, misalnya saja untuk melaksanakan kegiatan berolahraga. Padahal berolahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti menjaga kebugaran tubuh dan bahkan dapat mencegah munculnya beberapa penyakit kronis.

Cedera lutut saat berolahraga

Jadi, olahraga seharusnya dimasukkan kedalam daftar rutinitas kita setiap minggunya, baik itu bentuk olahraga ringan maupun olahraga berat. Kegiatan ini sejatinya tidak membutuhkan waktu lama, serta tidak perlu dilakukan setiap hari. Kebugaran fisik sebenarnya dapat dijaga dengan berolahraga dalam kurun waktu 30 menit hingga 1 jam, serta idealnya dilakukan 2-3 kali dalam seminggu.

Namun, ketika kita berolahraga terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya untuk menghindari timbulnya cedera. Di bawah ini telah dituliskan beberapa panduan untuk mencegah atau setidaknya meminimalisir timbulnya kecederaan saat berolahraga.

Cara Menghindari Cedera Ketika Berolahraga

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa olahraga memang merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan manusia. Tetapi, kadang-kadang kegiatan ini malah menimbulkan masalah saat dilakukan, seperti menimbulkan cedera pada bagian tubuh tertentu. Memang pada dasarnya kegiatan ini sangat berisiko menimbulkan cedera, tetapi keadaan tersebut dapat dihindari dengan melakukan teknik-teknik berolahraga yang sesuai.

Timbulnya kecederaan ketika berolahraga umunya disebabkan oleh kesalahan orang itu sendiri, seperti melakukan gerakan yang tidak sesuai dengan prosedur, sehingga berdampak buruk terhadap otot dan persendian. Untuk menghindari keadaan tersebut, berikut beberapa panduan yang mungkin dapat anda terapkan bila ingin berolahraga, yakni:

  1. Biasakan melakukan gerakan secara perlahan, terutama ketika akan melakukan olahraga berat, karena pada dasarnya tubuh juga memerlukan penyesuaian terhadap gerakan-gerakan tertentu.
  2. Perhatikan lokasi yang akan digunakan sebagai tempat berolahraga, seperti memiliki permukaan tanah yang datar, memiliki suhu serta kelembapan udara yang ideal, teduh atau tidak terpapar sinar matahari secara berlebihan, dan area sekitarnya cukup terang.
  3. Atur pernafasan saat berolahraga, hal ini selain dapat mencegah timbulnya rasa lelah secara berlebihan, dapat juga melatih kinerja otot-otot jantung.
  4. Biasakan meminum air sebelum, semasa dan setelah berolahraga. Selain untuk menurunkan rasa lelah, air juga akan mengganti cairan tubuh yang keluar ketika berolahraga sehingga mampu mencegah timbulnya dehidrasi pada tubuh.
  5. Melakukan pemanasan sebelum berolahraga, seperti melakukan gerakan-gerakan ringan agar otot-otot tubuh dapat menyesuaikan ketika kita melakukan gerakan selanjutnya. Perlu diketahui bahwa, sebagian besar penyebab kecederaan saat berolahraga ialah karena tidak melakukan pemanasan di awal latihan.
  6. Gunakan pakaian yang sesuai, seperti berbahan dasar kain yang dapat menyerap keringat, nyaman digunakan (tidak sempit) agar sirkulasi udara pada permukaan kulit dapat terjaga.
  7. Tentukan waktu yang ideal ketika berolahraga, idealnya dilakukan sebelum jam 9 pagi, dan ketika sore hari, sebaiknya dilakukan setelah jam 4.30.
  8. Turunkan gerakan bila nafas anda sudah terasa berat atau sesak.
  9. Bila anda memiliki berat badan berlebih (gemuk), hindari gerakan yang berlebihan atau dilakukan secara seketika karena dapat menimbulkan cedera pada otot, persendian dan selangkangan.
  10. Apabila timbul rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, misalnya pada persendian atau otot, maka sebaiknya beristirahatlah sejenak dan lakukan peregangan pada bagian tubuh yang terasa sakit.
  11. Hentikan gerakan bila sudah merasa pusing, sulit bernafas dan timbul rasa sakit pada dada. Keadaan ini biasanya dialami oleh pengidap tekanan darah tinggi ketika berolahraga.
  12. Jangan berolahraga bila perut terasa kenyang maupun lapar, karena bila dipaksakan maka dapat menimbulkan rasa keram pada perut dan mual. Idealnya olahraga dilaksanakan minimal 90 menit setelah kita makan.
  13. Apabila anda mengidap diabetes, maka sebaiknya gunakan sarung tangan, sepatu. kaos kaki, celana panjang untuk menghindari timbulnya luka pada kulit saat berolahraga.
  14. Apabila anda ingin melakukan jenis olahraga tertentu dengan maksud dan tujuan tertentu, maka akan lebih baik bila sebelumnya dikonsultasikan kepada dokter, supaya hasil yang diperoleh lebih optimal dan timbulnya cedera dapat diminimalisir.

Sejatinya olahraga dapat dilakukan oleh semua orang. entah itu remaja, orang dewasa maupun manula. Namun tentunya perlu disesuaikan dengan kondisi fisik, dan tentukan jenis olahraga yang sesuai. Jadi, 14 panduan di atas sebaiknya bisa dijadikan pedoman ketika akan melakukan kegiatan olahraga agar tubuh bisa terhindar dari cedera, baik itu cedera biasa maupun yang serius.

Di bawah ini adalah panduannya dalam bentuk video:


Sekian informasi dan tips kali ini mengenai panduan meminimalisir timbulnya cedera saat berolahraga, semoga artikel kesehatan ini bisa bermanfaat dan bisa anda dijadikan pedoman kedepannya, terima kasih. 

0 Response to "Panduan Untuk Meminimalisir Timbulnya Cedera Saat Berolahraga"

Posting Komentar

Kami sarankan agar berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan isi konten, jangan sertakan link aktif karena akan kami anggap sebagai spam.